WILUJENG SUMPING

Selasa, 03 Juli 2012

MAKALAH DAMPAK AKTIVITAS PENAMBANGAN DI BUKIT BUBUT


BAB I
PENDAHULUAN
1.1       Latar Belakang Masalah
Indonesia merupakan Negara yang kaya akan sumber daya alam. Mulai dari barang tambang, nabati sampai hewani.Tetapi sebagaimana yang kita ketahui bahwa tidak semua sumber daya alam dapat di perbaharui.Oleh karena itu, dalam memanfaatkan sumber daya alam tersebut kita wajib memperhatikan tentang kelestarian alam sekitar atau pun sumber daya tersebut agar bisa dimanfaatkan secara optimal dan bisa tetap bermanfaat dalam kurun waktu yang lebih lama.
Peranan sumber daya alam sungguh tidak bisa dipisahkan dengan kehidupan manusia yang memiliki kebutuhan yang tiada batasnya.Sehingga manusia dipaksa untuk dapat menemukan dan mengolah sumber daya alam tersebut. Namun dalam pemanfaatan SDA tersebut, kita juga di tekankan untuk dapat memanfaatkan nya secara bijaksana dan sesuai dengan prinsip ekoefisensi karena jika tidak, maka akan terjadi kerusakan alam yang dapat mengganggu kestabilan ekosistem di bumi ini. Materi ini sengaja di pilih karena menarik perhatian penulis untuk dicermati dan perlu disosialisasikan kepada para pemnaca tentang arti penting kelestarian lingkungan.



1.2       Pembatasan Masalah
Untuk memperjelas ruang lingkup pembahasan, maka masalah yang dibahas dibatasi pada masalah :
1.         Apa yang dimaksud dengan sumber daya alam dan pemanfaatan secara ekofesiensi serta pembangunan berwawasan?
2.         Apa pengaruh pertambangan di bukit Bubut terhadap lingkungan.
1.3       Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan pembatasan masalah tersebut. Masalah-masalah yang dibahas dapat dirumuskan sebagai berikut :
1.      Dampak apa yang akan terjadi dari pertambangan di Bukit Bubut terhadap lingkungan?
2.      Apa yang dilakukan pertambangan di Bukit gundul terhadap masyarakat setempat?
3.      Bagaimana menurut pandangan masyarakat setempat tehadap pertambangan yang berada di bukit Bubut?



1.4       Tujuan penulisan
Adapun tujuan kami menyusun karya ilmiah ini adalah untuk:
1.      Memenuhi salah satu tugas dalam mata pelajaran geografi
2.      Meneliti tentang sikap masyarakat tentang adanya aktivitas pertambangan yang dilakukan di bukit Bubut.
3.      Untuk mengetahui pengaruh apa saja yang di sebabkan oleh penambangan tersebut.
4.      Untuk mensosialisasikan kepada para pembaca tentang pentingnya kelestarian lingkungan dan sumber daya alam.
5.      Menambah wawasan bagi para pembaca dan khususnya penulis sendiri







BAB II
PEMBAHASAN
Kehidupan manusia tidak mungkin bisa terlepas dari keberadaan sumber daya alam yang menjadi kebutuhan hidupnya. Mulai dari makan , minum, kebutuhan pangan, bangunan ataupun industri.
2.1       Pengertian Sumber Daya Alam
Sumber daya alam adalah semua kekayaan bumi, baik biotik maupun abiotik, yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia merupakan sumber daya alam. Tumbuhan, hewan, manusia, dan mikroba merupakan sumber daya alam hayati, sedangkan faktor abiotik lainnya merupakan sumber daya alam nonhayati.Pemanfaatan sumber daya alam harus diikuti oleh pemeliharaan dan pelestarian karena sumber daya alam bersifat terbatas.Potensi sumber daya alam adalah segala sesuatu yang ada didalam bumi maupun di permukaan bumi yang dapat digali dan dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia



2.1.1.   Macam-macam sumber Daya Alam
Sumber daya alam dapat dibedakan berdasarkan sifat, potensi, dan jenisnya.
A.   Berdasarkan sifat
Menurut sifatnya, sumber daya alam dapat dibagi 3, yaitu sebagai berikut :
1. Sumber daya alam yang terbarukan (renewable), misalnya: hewan, tumbuhan, mikroba, air, dan tanah. Disebut ter barukan karena dapat melakukan reproduksi dan memiliki daya regenerasi (pulih kembali).
2. Sumber daya alam yang tidak terbarukan (nonrenewable), misalnya: minyak tanah, gas bumi, batu bara, dan bahan tambang lainnya.
3. Sumber daya alam yang tidak habis, misalnya, udara, matahari, energi pasang surut, dan energi laut.
B.   Berdasarkan potensi
Menurut potensi penggunaannya, sumber daya alam dibagi beberapa macam, antara lain sebagai berikut.
1)      Sumber daya alam materi; merupakan sumber daya alam yang dimanfaatkan dalam bentuk fisiknya. Misalnya, batu, besi, emas, kayu, serat kapas, rosela, dan sebagainya.
2)      Sumber daya alam energi; merupakan sumber daya alam yang dimanfaatkan energinya. Misalnya batu bara, minyak bumi, gas bumi, air terjun, sinar matahari, energi pasang surut laut, kincir angin, dan lain-lain.
3)      Sumber daya alam ruang; merupakan sumber daya alam yang berupa ruang atau tempat hidup, misalnya area tanah (daratan) dan  angkasa.
C.  Berdasarkan jenis
Menurut jenisnya, sumber daya alam dibagi dua sebagai berikut :
1)      Sumber daya alam nonhayati (abiotik); disebut juga sumber daya alam fisik, yaitu sumber daya alam yang berupa benda-benda mati. Misalnya : bahan tambang, tanah, air, dan kincir angin.
2)      Sumber daya alam hayati (biotik); merupakan sumber daya alam  yang berupa makhluk hidup. Misalnya: hewan, tumbuhan, mikroba, dan manusia.
Kebutuhan manusia akan sumber daya alam memang semakin meningkat, apa lagi di zaman yang semakin modern ini. Pembangunan yang semakin meluas mendrong manusia untuk terus melakukan eksploitasi terhadap sumber daya alam yang ada.Khususnya di bidang pertambangan.Dan yang lebih menghawatirkan nya lagi adalah hampir seluruh barang tambang yang ada merupakan jenis sumber daya alam yang tidak dapat di perbaharui karena butuh jutaan tahun untuk menghasilkan nya kembali.


2.2       Pemanfaatan SDA Berdasarkan Prinsip Ekoefisiensi
Sebelum memahami ekoefisiensi, kita perlu memahami terlebih dahulu tentang efisiensi. Efisiensi pemanfaatan sumberdaya alam adalah penggunaan sumber daya alam dengan cara memaksimalkan kegunaannya dan meminimkan sumber daya alam yang terbuang. Sehingga bisa meminimalisir pembuangan SDA yang sebenarnya masih bisa di manfaatkan.
Sedangkan Ekoefisiensi merupakan manajemen bisnis yang memadukan antara efisiensi ekonomi dengan efisiensi lingkungan.Sehingga para pengusaha bisa meraih keuntungan tanpa harus mengeksploitasi alam secara berlebihan.

Hal yang paling pokok dalam pemanfaatan sumber daya alam berdasarkan prinsip ekoefisiensi adalah sebagai berikut.
1. Menghemat sumber daya alam yang digunakan.
2. Menggunakan semua sumber daya alam yang dihasilkan dalam proses energi (industri).
3. Proses penambangan sumber daya alam tidak menimbulkan kerusakan lingkungan.
4. Sumber daya alam yang ditambang dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama.
5. Proses penggunaan sumber daya alam tidak menimbulkan dampak yang buruk.

2.3       Pengertian Pembangunan Berwawasan Lingkungan
Menurut Benni Setiawan ( Peneliti pada Yayasan Nuasa Sejahtera ) Pembangunan berwawasan lingkungan adalah pembangunan berkelanjutan yang mengoptimalkan manfaat sumber daya alam dan sumber daya manusia dengan cara menserasikan aktivitas manusia dengan kemampuan sumber daya alam untuk menopangnya.
Daya dukung alam ternyata semakin tidak seimbang dengan laju tuntutan pemenuhan kebutuhan hidup penduduk.Jumlah manusia yang memerlukan tanah, air dan udara di bumi ini untuk hidup pada tahun 1991 sudah berjumlah 5,2 miliar. Jumlah manusia penghuni planet bumi pada tahun 1998 berjumlah 6,8 miliar. Pada tahun 2000 membengkak menjadi 7 miliar. Kalau pertumbuhan penduduk tetap dipertahankan seperti sekarang, menurut Paul R. Ehrlich, 900 tahun lagi (tahun 2900) akan ada satu biliun (delapan belas nol di belakang 1) orang di atas planet bumi ini atau 1700 orang permeter persegi. Kalau jumlah ini diteruskan sampai 2000 atau 3000 tahun kemudian, berat jumlah orang yang ada sudah melebihi berat bumi itu sendiri.
Agar pembangunan yang berwawasan lingkungan ini dapat berjalan dengan baik, maka pembangunan tersebut perlu memiliki pandangan jauh ke depan yang dirumuskan sebagai visi pembangunan. Dan dapat diimplementasikan ke dalam pembangunan jangka panjang secara ideal serta berorientasi kepada kepentingan seluruh rakyat. Visi pembangunan yang dimaksud adalah tercapainya peningkatan kualitas hidup seluruh masyarakat melalui: pengembangan kecerdasan, pengembangan teknologi, ketrampilan dan moral pembangunan sumber daya manusia yang tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, serta seni untuk mengelola sumber daya alam secara bijaksana dan berkesinambungan.
Strategi pembangunan adalah usaha untuk meningkatkan potensi sumber daya manusia dalam mendayagunakan sumber daya alam dengan segenap peluang serta kendalanya.

Hal ini dapat dilakukan dengan cara:
1.      Penggunaan teknologi bersih yang berwawasan lingkungan dengan segala perencanaan yang baik dan layak.
2.      Melaksanakan rekayasa ilmu pengetahuan dan teknologi yang tepat guna dalam menghasilkan barang dan jasa yang unggul, tangguh dan berkualitas tinggi, yang berdampak positif bagi kelangsungan hidup pembangunan itu sendiri.
3.      Adanya pengawasan dan pemantauan terhadap jalannya pembangunan, sehingga sesuai dengan rencana dan tujuannya.

2.4       Pertambangan Batuan di Bukit Bubut
Aktivitas pertambanagan yang di lakukan di bukit Bubut merupakan pertambangan yang menambang bahan – bahan industri pembangunan.Pertambangan  ini milik perusahaan pribadi dan bukan dari pemerintah atau garapan masyarakat setempat. Pertambangan ini telah memberikan pengaruh yang kuat terhadap kehidupan masyarakat atau pun lingkungan di sekitarnya. Baik itu pengaruh baik ataupun pengaruh yang buruk
Kegiatan penambangan ini akan berdampak pada lingkungan sekitar, diantaranya.
a.         Penghilangan Vegetasi
Vegetasi yang hilang dikarenakan penggundulan lahan untuk operasi penambangan bahan galian yang berupa batuan di bukit itu.
Selain itu, hilangnya vegetasi juga dapat disebabkan oleh truk yang membutuhkanjalan lebih lebar.Oleh karena itu diperlukan program reboisasi untuk mengembalikan kembali kestabilan alam.
b.        Erosi
Penggundulan hutan dan penambangan batuan di bukit ini menyebabkan berkurangnya penyerapan air sehingga air yang mengalir mengikis lapisan tanah dan menyebabkan longsor dan batuan yang berjatuhanke lahan pertanian warga setempat. Selain itu, erosi ini juga menyebabkan kesuburan tanah di bukit tersebut semakin berkurang dikarenakan lapisan tanah teratas ( top soil ) terkikis oleh air.
c.         Peningkatan taraf hidup masyarakat
Adanya pertambangan di bukit Bubut yang berada di kecamatan Gekbrong desa Cikahuripan kampung Jati Sari ini tidak berpengaruh terhadap penyerapan pengangguran masyarakat setempat.Karena pertambangan di bukit ini tidak memperkerjakan warga atau masyarakat setempat dikarenakan penambangan ini memakai alat-alat berat.Namun, pertambangan ini juga memberikan uang ganti rugi untuk lahan atau sesuatu yang merugikan masyarakat akibat pertambangan tersebut.













BAB III
METODE PENELITIAN

3.1       Tempat Dan Waktu Penelitian
            Penelitian ini dilakukan di Kampung Jati Sari, Desa Cikahuripan, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat
3.2       Subjek Penelitian
Penelitian ini di subjekkan kepada penduduk Kampung Jati Sari, Desa Cikahuripan, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
3.3       Instrumen Penelitian
            Penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara kepada subjek penelitian,
Adapun subjeknya adalah warga Kampung Jati Sari yang berjumlah 10 orang.
3.4       Prosedur Penelitian
            Penelitian ini dilakukan dengan beberapa langkah, yaitu :
1.      Membuat Quisoner.
2.      Mewancarai Subjek Penelitian.
3.      Observasi Lapangan.
4.      Menyusun Laporan.
5.      Penyerahan Hasil Laporan
BAB IV
HASIL PENELITIAN
Bagaimana menurut pandangan masyarakat setempat tehadap pertambangan yang berada di bukit Bubut?
Menurut hasil penelitian dengan cara tanya-jawab kepada masyarakat setempat bahwa masyarakat banyak yang mengatakan bahwa pertambangan tersebut memang merusakan lingkungan hidup atau alam.  Namun, pertambangan tersebut tidak terlalu meresahkan warga setempat karena pertambangan tersebut jauh dari pemukiman warga dan penambangan tersebut masih bisa bertanggung jawab atas kerusakan atau yang merugikan warga setempat.Tetapi ada juga warga setempat yang merasa resah dan kecewa terhadap pertambangan tersebut karna mereka tidak diberi pekerjaan untuk bekerja di pertamabangan itu.Karena pertambangan tersebut memakai alat berat sehingga tidak dapat menyerap pengangguran.
Adapun diagram Hasil Qusioner seperti di bawah ini.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
2.3  Kesimpulan
Berdasarkan uraian bahasan “Dampak Aktivitas Penambangan di Bukit Bubut Terhadap Lingkungan” dapat kita simpulkan bahwa penambangan sumber  daya alam harus dengan prinsip ekoefisiensi.  Jadi, tidak hanya memikirkan keuntungan sendiri tetapi harus dengan kelestarian alam dan lingkungan.Hal ini juga perlu pertanggung jawaban terhadap lingkungan yang telah rusak akibat penambangan.
2.4  Saran
1.    Perlu adanya penyerapan pengangguran dengan adanya penambangan tersebut.
2.    Penambangan harus dengan ketentuan peraturannya tidak boleh berlebihan dalam mengekploitasi sumber daya alam.
3.    Perlu kesadarannya dalam menciptakan kelestarian lingkungan.
4.    Perlu adanya pengamatan lebih lanjut seputar hal ini.




DAFTAR PUSTAKA
zulidamel.wordpress.com
Amsir. 2007. Pelajaran Geografi Untuk SMA Kelas XI. Jakarta: CV Arya Duta.

Surga Dari Tanah Sunda
Abdul Hadi Z A
logo kabupaten garut
Kota ini adalah sebuah kota yang indah, kota yang tersohor dengan makanan khasnya yang manis, dan sigagah bertanduk yang bebulu lebat….
Yaa… itulah kota GARUT. Kota tempataku dilahirkan … kota ini terletak diantara kota bandung, Sumedang, danTasikmalaya..Letaknya yang sangat strategis membuat kota ini bisa terjangkau dengan mudah..
Kota ini tersohor dengan makanan manis yang biasa disebut DODOL. Makanan ini memiliki cita rasa yang khas, yang bisa membuat siapapun yang memakannya tersihir akan rasanya yang nikmat dan legit..
Selainitu, kota Garut ini juga terkenal dengan buah yang berbentuk bulat, berwarna kuning, dan manis… kalian semua pasti tahu dengan nama buah ini. Buah yang biasa di panggil JERUK GARUT ini merupakan salah satu “icon” andalan dari kota garut..




Aku yakin kalian semua pasti kenal dengan DOMBA GARUT… Domba ini merupakan ras domba terbesar dibandingkan ras domba yang lain. Perawakannya yang gagah perkasa dan kekar,melambangkan seorang raja yang berani. Selain itu donba ini memiliki tanduk yang besar dan kuat sehingga dia menjadi“PETARUNG SEJATI”.
Karena kekuatan dan keperkasaannya, domba ini memiliki banyak peminat, baik itu dari garut maupun dari luar garut. Hal itu juga yang menyebabkan harganya terus melambung tinggi. Harga seekor domba garut ditentukan oleh umaur, ukuran penampilan domba itu.
Selain itu, harganya pun ditentukan oleh ferformanya di arena tarung. Domba yang sering menjadi juara di arena tarung harganya akan terus melambung seiring dengan“prestasi” nya.
Selaindi bidang budaya, kuliner, perbelanjaan, pendidikan, kota garut juga terkenal dengan pariwisatanya yang nyaman dan indah. Mulai dari pemandian
 air panas di cipanas, keindahan bahari di PANTAI PAMEUNGPEUK danpantai- pantai lain nya..selainitu semua, wisata pegunungan pun ada di garut, misalnya gunungGALUNGGUNG, KAWAH DARAJAT di kecamatan samarang, dan lain-lain.
 


Oleh Karena kelebihan – kelebihannya itu maka pantaslah bila kota yang sering di juluki KOTA INTAN ini sisebut SURGA DARI TANAH SUNDA…..

THANKS FOR READING…

Senin, 25 Juni 2012


ABU JA’FAR MUHAMMAD IBN MUSA AL-KHWARIZMI

Dunia Barat boleh mengklaim bahwa mereka adalah kawasan sumber ilmu pengetahuan.Namun sejatinya, yang menjadi Gudang Ilmu Pengetahuan adalah kawasan Timur Tengah (kawasan Arab maksudnya, bukan Jawa Timur-Jawa Tengah).Mesopotamia, peradaban tertua dunia ada di kawasan ini juga.Masyarakat dunia sangat mengenal Leonardo Fibonacci sebagai ahli matematika aljabar. Namun, dibalik kedigdayaan Leonardo Fibonacci sebagai ahli matematika aljabar ternyata hasil pemikirannya sangat dipengaruhi oleh ilmuwan Muslim bernama Muhammad bin Musa Al Khawarizmi.
Dia adalah seorang tokoh yang dilahirkan di Khiva (Iraq) pada tahun 780.Jika kaum terpelajar lebih mengenal para ahli matematika Eropa, maka kaum biasa juga mengenal ilmuwan Muslim yang menjadi rujukan para ahli matematika tersebut. Karya-karya Al-Khawarizmi di bidang matematika sebenarnya banyak mengacu pada tulisan mengenai aljabar yang disusun oleh Diophantus dari Yunani yang hidup pada 250 SM. Namun, Al-Khawarizmi menemukan beberapa kesalahan dan ketidakjelasan pada buku ini, ia kemudian memperbaiki, memperjelas, dan mengembangkannya dalam karya-karya aljabarnya. Tidaklah mengherankan bila beliau dijuluki sebagai “Bapak Aljabar” karena dialah orang pertama yang mengajarkan aljabar dalam bentuk elementer serta menerapkannya dalam hal-hal yang berkaitan dengannya.
Hisab Al-Jabr Wa Al-Muqabala (Kalkulasi dengan Melengkapkan dan Menyeimbangkan) dan Al-Jama Wa At-Tafriq bi Hisab Al-Hind (Penjumlahan dan Pengurangan dalam Kalkulasi Hindu) adalah dua di antara karya-karya Al-Khawarizmi dalam bidang matematika yang sangat penting. Kedua karya tersebut banyak menguraikan tentang persamaan linier dan kuadrat, penghitungan integrasi dan persamaan dengan delapan ratus contoh berbeda.Buku-buku Inilah yang menjadi rujukan para ilmuwan Eropa termasuk Leonardo Fibonacce serta Jacob Florence.
Selain ahli dalam matematika al-Khawarizmi, yang kemudian menetap di Qutrubulli (sebalah barat Bagdad), juga seorang ahli geografi, sejarah dan juga music.Selain itu, beliau juga merupakan ilmuwan yang terkenal dalam bidang program computer dengan istilah “algoritma” nya.Algoritma adalah langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis dan logis.Para ahli bahasa pernah kesulitan menemukan asal-usul kata “algoritma” tersebut.Namun, akhirnya para ahli sejarah matematika menemukan asal kata tersebut pada sosok penemu konsep itu sendiri, yaitu Al-Khawarizmi yang dilafalkan oleh orang barat menjadi Algorism.Panggilan inilah yang kemudian dipakai untuk menyebut konsep algoritma.konsep algoritma kini banyak digunakan untuk pembuatan diagram alur (flowchart) dalam ilmu computer.
Muhammad bin Musa Al Khawarizmi inilah yang menemukan angka 0 (nol) yang hingga kini dipergunakan. Apa jadinya coba jika angka 0 (nol) tidak ditemukan? Selain itu, dia juga berjasa dalam ilmu ukur sudut melalui fungsi sinus dan tanget, persamaan linear dan kuadrat serta kalkulasi integrasi (kalkulus integral).Tabel ukur sudutnya (Tabel Sinus dan Tangent) adalah yang menjadi rujukan tabel ukur sudut saat ini., angka nol ini baru dikenal dan dipergunakan orang barat sekitar 250 tahun setelah ditemukan oleh Al-Khawarizmi.
Al-Khawarizmi dikenal sebagai bapak Aljabar memperkenalkan bilangan nol (0), dan penerjemah karya-karya Yunani kuno.Kisah angka nol Konsep bilangan nol telah berkembang sejak zaman Babilonia danYunani kuno, yang pada saat itu diartikan sebagai ketiadaan dari sesuatu.Konsep bilangan nol dan sifat-sifatnya terus berkembang dari waktu ke waktu. Hingga pada abad ke-7, Brahmagupta seorang matematikawan India memperkenalkan beberapa sifat bilangan nol. Sifat-sifatnya adalah suatu bilangan bila dijumlahkan dengan nol adalah tetap, demikian pula sebuah bilangan bila dikalikan dengan nol akan menjadi nol. Tetapi, Brahmagupta menemui kesulitan, dan cenderung ke arah yang salah, ketika berhadapan dengan pembagian oleh bilangan no,l “sebuah bilangan dibagi oleh nol adalah tetap”. Tentu saja ini suatu kesalahan fatal.Tetapi, hal ini tetap harus sangat dihargai untuk ukuran saat itu.
Ide-ide brilian dari matematikawan India selanjutnya dipelajari oleh matematikawan Muslim dan Arab.Hal ini terjadi pada tahap-tahap awal ketika matematikawan Al-Khawarizmi meneliti sistem perhitungan Hindu (India) yang menggambarkan sistem nilai tempat dari bilangan yang melibatkan bilangan 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9.Al-Khawarizmi adalah yang pertama kali memperkenalkan penggunaan bilangan nol sebagai nilai tempat dalam basis sepuluh.Sistem inidisebut sebagai sistem bilangan decimal.
Di bidang ilmu ukur, al-Khawarizmi juga dikenal sebagai peletak rumus ilmu ukur dan penyusun daftar logaritma serta hitungan desimal.Namun, beberapa sarjana matematika Barat, seperti John Napier (1550–1617) dan Simon Stevin (1548–1620), menganggap penemuan itu merupakan hasil pemikiran mereka.Selain matematika, Al-Khawarizmi juga dikenal sebagai astronom. Di bawah Khalifah Ma’mun, sebuah tim astronom yang dipimpinnya berhasil menentukan ukuran dan bentuk bundaran bumi. Penelitian itu dilakukan di Sanjar dan Palmyra.Hasilnya hanya selisih 2,877 kaki dari ukuran garis tengah bumi yang sebenarnya.Sebuah perhitungan luar biasa yang dapat dilakukan pada saat itu.Al-Khawarizmi juga menyusun buku tentang penghitungan waktu berdasarkan bayang-bayang matahari.

al-Khawarizmi juga seorang ahli ilmu bumi. Karyanya Kitab Surat Al Ard menggambarkan secara detail bagian-bagian bumi. CA Nallino, penterjemah karya al-Khawarizmi ke dalam bahasa Latin, menegaskan bahwa tak ada seorang Eropa pun yang dapat menghasilkan karya seperti al-Khawarizmi ini.
Hampir sepanjang hidupnya Al-Khawarizmi mengabdikan dirinya sebagai penulis sains dan dosen di sekolah kehormatan di Baghdad.Dengan meninggalkan karya-karya besarnya yang sangat berpengaruh dan bermanfaat, akhirnya ilmuwan terkenal itu wafat pada 850 di Kota Baghdad.
Setelah al-Khawarizmi meninggal, keberadaan karyanya beralih kepada komunitas Islam. Yaitu, bagaimana cara menjabarkan bilangan dalam sebuah metode perhitungan, termasuk dalam bilangan pecahan; suatu penghitungan Aljabar yang merupakan warisan untuk menyelesaikan persoalan perhitungan dan rumusan yang lebih akurat dari yang pernah ada sebelumnya. Di dunia Barat, Ilmu Matematika lebih banyak dipengaruhi oleh karya al-Khawarizmi dibanding karya para penulis pada Abad Pertengahan.Masyarakat modern saat ini berutang budi kepada al-Khawarizmi dalam hal penggunaan bilangan Arab. Notasi penempatan bilangan dengan basis 10, penggunaan bilangan irasional dan diperkenalkannya konsep Aljabar modern, membuatnya layak menjadi figur penting dalam bidang Matematika dan revolusi perhitungan di Abad Pertengahan di daratan Eropa. Dengan penyatuan Matematika Yunani, Hindu dan mungkin Babilonia, teks Aljabar merupakan salah satu karya Islam di dunia Internasional.